2 Jan 2013

Renungan Untuk Para Pasangan Suami Dan Istri


Sebuah Renungan untuk para suami/istri, pasangan yang akan menikah dan siapapun yang tertarik.

Dalam sebuah rumah mewah, hiduplah suami istri. Mereka sangat harmonis & berusaha meraih kehidupan mapan. Namun setelah 10 thn menikah mereka belum dikarunia seorang anakpun. Mereka saling mencintai, tetapi si suami berkeinginan menceraikan istrinya karena dianggap tidak mampu memberinya seorang pewaris. Setelah berdebat lama & cukup sengit, si istri yang terluka akhirnya menyerah.


Melalui percakapan berkali-kali dengan berat hati orang tua mereka menyetujui dengan syarat, sebelum bercerai mereka harus mengadakan pesta seperti pernikahan mereka dulu.

Maka pesta megah diselenggarakan, pesta yang tidak membahagiakan siapapun. Suami tampak tertekan & menegak anggur sampai mabuk berat, sementara si istri menghapus air matanya sesekali.

Disaat tak terduga si suami yang mabuk dengan lantang berkata, "Istriku, saat kau pergi nanti, semua barang berharga atau apa pun yang kau sukai, boleh kau bawa & menjadi milikmu! "Setelah berkata demikian ia kembali meneguk anggur sampai tak sadarkan diri.

Keesokan harinya dengan kepala berat si suami terbangun & sadar bahwa ia tidak tidur di kamarnya. Ia tidak mengenali kamar itu selain sosok yang sudah dikenalnya bertahun-tahun, disampingnya, yaitu istrinya. "Ada di manakah kita? Apakah aku masih mabuk & bermimpi?". Dengan penuh cinta si istri menjawab, "Kita di rumah orang tuaku. Tadi malam, di depan para tamu kamu mengatakan bahwa aku boleh membawa apa saja yang kusayangi. Di dunia ini tidak ada barang yang lebih berharga & kusayangi dengan sepenuh hati selain kamu. Karena itu kamu kubawa ke rumah orang tuaku"

Si suami termenung, lalu ia memeluk istrinya, "Maafkan aku sayang,karena aku bodoh & tidak menyadari dalamnya cintamu padaku. Walau aku telah menyakitimu & ingin menceraikanmu, tetapi kau mau membawaku bersamamu, dalam keadaan apa pun".

Dalam pernikahan, suami harus mengasihi istri daripada anak, demikian juga dengan istri. Karena berkat yang paling utama dalam pernikahan adalah pasangan kita, bukan anak. Anak merupakan berkat tambahan di dalam kehidupan suami istri, yang berkomitmen setia sampai maut memisahkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar